Ketika memasuki bulan Zulhijah, Bayu sekeluarga pulang kampung ke Desa Kemiren untuk menyambut lebaran Iduladha. Saat itu, Bayu berumur 8 tahun. Saat itulah dia baru dapat membantu persiapan lebaran. Suatu pagi, Bayu diminta ayahnya membantu menjemur kasur. Ternyata tak mudah. Bayu harus mandi keringat untuk memindah kasur itu. Namun, ada hal unik. Tepat ketika Bayu dan sang ayah menjemur kasur, tetangga di sekitarnya juga melakukan hal serupa. Bahkan, kasur terpampang jelas di sepanjang jalan desa.