•  88 dibaca
  •  4 diunduh
  • Koleksi Banyuwangi, Manuskrip Lontar Banyuwangi

Kitab Azharut Tasdiq

Sampul dan isi naskah ini cukup lengkap dan utuh. Naskah ditulis di atas kertas Eropa bergaris dan memiliki watermark. Naskah berbahasa Arab dan melayu ini ditulis dengan tinta warna hitam dan merah. Naskah ditulis dalam bingkai warna merah dalam dua kolom. Masing-masing kolom, berisi sepenggal syair. Rerata tiap halaman terdiri dari 14 baris.

Naskah ini sendiri berjudul Azharut Tasdiq yang bermakna “Bunga-Bunga Keyakinan” sebagaimana tertera pada akhir-akhir syair:

Kubuatkan syiir bahasa Jawi
Setengah Melayu bahasanya negeri

Supaya senang orang yang mubtadi
Khusus yang thola’ sudah mengerti

Kunamai Azharut Tasdiq
Pada menghurikan tsamaratut tauhid

Naskah yang terdiri dari 216 halaman ini berisi penjelasan tentang sifat 20 Allah SWT yang tidak lain adalah sifat-sifat wajib Allah. Syair ini sendiri diadaptasi dari sebuah kitab berjudul Durratun Nadzirah. Sebuah kitab yang disebutkan beraliran Ahlussunnah wal Jama’ah.

Pengarang syair ini mengaku dirinya berasal dari Singapura. Hal ini sebagaimana tercantum pada bagian menjelang akhir syair yang berbunyi sebagai berikut.

Syair ta’lifan patik yang bodoh
Tinggal di Singapura di Kampung Melayu

Kitab Azharut Tasdiq ini sendiri selesai dikarang pada 7 Rajab 1320 H. Jika dikonversi ke tahun Masehi maka naskah ini ditulis pada 9 Oktober 1902. K