Setting tempat terjadinya cerita Lereng Bukit Giri yang saudara baca saat ini di sekitar bukit Giri. Di sana ada seorang perjaka yang suka berlagak, kurang ajar, bengal, dan nakal. Tetapi suka menolong sesama. Jika ada salah seorang temannya yang membutuhkan bantuan, dia begitu giat membantu. Perjaka tanggung itu bernama Jurik, putra dari Pak Dau dan Bu Wuni.
Kedua orang tuanya sudah cukup maksimal untuk mencarikan sarat agar Jurik berubah menjadi anak baik. Berbagai macam sarat sudah diupayakan, ternyata Jurik malah semakin nakal. Karena kehabisan akal, akhirnya tokoh masyarakat yang dituakan di Kampung Payaman bernama Mbah Payam, mengusulkan pada Pak Dau dan Bu Wuni supaya Jurik dinikahkan saja.