•  94 dibaca
  •  4 diunduh
  • Koleksi Banyuwangi, Manuskrip Lontar Banyuwangi

Lontar Sujinah

Naskah Lontar Sujinah ini merupakan koleksi Adi Purwadi dari Desa Kemiren, Banyuwangi. Berdasar catatan kolofon naskah, naskah Lontar Sujinah ini disalin
oleh Haji Solih, seorang tukang sunat dari Desa Grogol, Banyuwangi. Naskah dalam ragam tembang berupa suluk ini berisi ajaran tasawuf atau mistik, yang dituangkan dalam bentuk dialog antara tokoh Pandita Mustakim sebagai suami dengan tokoh utama Dewi Sujinah sebagai istri. Dialog yang disampaikan menyangkut asal mula manusia,
kewajiban, tujuan, dan hakikat hidup menurut agama Islam, khususnya ajaran tasawuf. Diterangkan juga tahap-tahap yang harus dilalui manusia dalam upaya agar bisa
lebur kembali kepada Tuhan. Kutipan teks awal naskah ini berbunyi sebagai berikut. Wang iki milêwa kumawi, anebut naméng Allah, kang murah ing dunya mangko, ingkang asih ing akhirat, langgeng maha belaba, Dèwi Sujinah winuwus, atakèn ing kakungira. (Diri ini turutlah bertutur, dengan menyebut nama Allah, yang Maha Pemurah di dunia, Maha Pengasih hingga akhirat, abadi Maha Esa, dikisahkan Dewi Sujinah, bertanya kepada suaminya)