Nurdin, Ali, dan Mursid sedang asyik bermain gawai di depan rumah. Tiba-tiba datang seorang anak bernama Mardi mengajak mereka bermain kelereng. Awalnya, mereka menolak ajakan Mardi karena sibuk dengan permainan yang ada di gawai. Namun, Mardi tetap berusaha mengajak mereka. Akhirnya Mardi berhasil mengajak mereka bermain kelereng. Mardi pun membagi kelerengnya dan sepakat untuk bermain bersama-sama.