https://perpus.trilogi.ac.id/slims/https://perpustakaan.ukitoraja.ac.id/bslot gacorhttps://miranchitomexicangrill.com/https://www.miranchitomexicangrill.com/get-special.phphttps://ners.stikespemkabjombang.ac.id/keperawatan-maternitas/https://ners.stikespemkabjombang.ac.id/janji-ners-muda/https://ners.stikespemkabjombang.ac.id/keperawatan-kritis/slot gacor

  •  14 dibaca
  •  1 diunduh
  • 3. Koleksi Banyuwangi, Bahasa, Kesusastraan

Menelisisk Jejak Sastra Using

Buku mengenai teori sastra daerah boleh dibilang langka. Apalagi tentang sastra Using. Beruntung Banyuwangi mempunyai Kang Ujik (H. Abdullah Fauzi) sastrawan yang aktif mencipta, menulis karya sastra. Bahkan tahun 2025 lalu salah satu novel karyanya yang berjudul ”Ontrang-Ontrang Langit Payaman” yang diterbitkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banyuwangi bekerja sama dengan Sengker Kuwung Belambangan,  diganjar Anugerah Sutasoma oleh Balai Bahasa Jawa Timur sebagai karya sastra berbahasa daerah terbaik. Karya sebelumnya yang tercatat sebagai novel pertama berbahasa Using yaitu ”Pereng Puthuk Giri” dibeli hak ciptanya untuk dialihbahasakan ke Bahasa Indonesia oleh lembaga yang sama.

Kang Ujik tidak berhenti menulis karya-karya sastra. Pengetahuannya tentang sastra ia tumpahkan menjadi sebuah buku yang ada di tangan pembaca saat ini Menelisisk Jejak Sastra Using. Berbagai macam teori mengenai sastra daerah dan intepretasi mengenai gending-gending kuna ia beberkan di sini. Yang juga tak kalah penting adalah karena pergaulannya dengan para penjaga sastra daerah sejak jaman dulu. Kang Ujik sering diajak rapat-rapat dengan almarhum Pak Andang CY, almarhum Pak Armaya, almarhum Pak Hasnan Singodimayan, almarhum Pak Hasan Ali, Kang Subari Sofyan, dan sastrawan lain. Hasil pertemuan ia catat dan menjadi catatan penting yang terungkap di buku ini. Boleh dibilang serpihan sejarah yang ditulis oleh salah satu pelakunya. Meski sayang, banyak juga catatannya yang tercecer, hilang bersama tumpukan kertas lain yang terpapar hujan dan lenyap.

Di bagian akhir, Kang Ujik melampirkan karya guritnya, puisi Using yang penting untuk diapresiasi. Mudah-mudahan menambah khasanah kekayaan sastra daerah Using.