•  278 dibaca
  •  33 diunduh
  • Koleksi Banyuwangi, Sejarah

Minakjinggo: antara stigma dan konstruksi identitas

Minakjinggo adalah tokoh fiktif. Minakjinggo adalah seorang tokoh dalam Serat Damarwulan. Belum diketahui secara pasti siapa penulis Serat Damarwulan. Pertunjukan Damarwulan diwujudkan dalam sebuah Kesenian Langendriyan di Yogyakarta dan Surakarta. Kepopuleran cerita ini menyebar ke berbagai daerah dan mewujud dalam berbagai bentuk seni dan sastra tentang cerita ini. Di Banyuwangi, cerita Damarwulan diwujudkan pada kesenian yang awalnya disebut juga dengan nama Damarwulan. Tetapi sekarang terkenal dengan sebutan Janger. Janger menjadi salah satu kesenian yang popular di Banyuwangi. Nanggap Janger menjadi salah satu prestise bagi beberapa kalangan masyarakat di Banyuwangi. Penggemar Janger-pun tidak bisa dianggap remeh. Jumlahnya banyak sekali, tiap grup Janger idolanya manggung berbondong-bondong menontonnya. Salah satu tokoh dalam Janger ini adalah Minakjinggo. Jika versi Yogyakarta dan Solo Minakjinggo digambarkan sebagai sosok antagonis, di Banyuwangi sebaliknya. Ada banyak karakter-karakter baik Minakjinggo yang perlu diteladani oleh masyarakat Banyuwangi. Ini dibuktikan dengan re-produksi tokoh Minakjinggo yang diyakini sebagai Raja Blambangan ke dalam berbagai bentuk patung, gambar bahkan pasemon dalam kehidupan masyarakat Banyuwangi.