https://perpus.trilogi.ac.id/slims/https://perpustakaan.ukitoraja.ac.id/bslot gacorhttps://miranchitomexicangrill.com/https://www.miranchitomexicangrill.com/get-special.phphttps://ners.stikespemkabjombang.ac.id/keperawatan-maternitas/https://ners.stikespemkabjombang.ac.id/janji-ners-muda/https://ners.stikespemkabjombang.ac.id/keperawatan-kritis/slot gacor

  •  665 dibaca
  •  127 diunduh
  • 3. Koleksi Banyuwangi, Kesusastraan

Perempuan Tanpa Kepala yang Membawa Bunga (Catatan-catatan Bersama)

Bahwa perempuan masih berdaya meski hanya lewat kata-kata. Sebagai perempuan kami tentu saja berdaya guna, dan segala kebisuan dan kebisingan dalam kepala, kami coba rangkai dalam ruas-ruas yang tidak bisa kami pangkas begitu saja. Bagi kami, menulis puisi bukan sekadar melepaskan kepenatan tapi juga menguatkan baut-baut dalam bait-bait yang kami pilih diksinya sedemikian rupa. Selamat membaca isi kepala kami, selamat menyusuri ruang-relung dalam rangkaian perempuan yang berjati diri (Muttafaqur Rohmah).