Fahri cukup dikenal sebagai anak pantai. la mempunyai adik bernama Ica. Tempat bermain kesukaan mereka di pantai. Kadang mereka berenang atau mencari kerang kecil. Kadang membuat rumah pasir
Suatu hari,Fahri bangun lebih pagi. Hari itu hari istimewa bagi Fahri. Hari itu Fahri akan menonton acara Petik Laut. Tentu bersama ica dan ayah mereka
Fahri membangunkan Ica dan ayah untuk selat Subuh. Usai Subuh terasa lama ke pagi. Fahri pergi ke kandang ayam. Ia punya sepasang ayam untuk dibawa ke Petik Laut. Sepasang ayamtersebut ia beri nama Si Petir.
Fahri, Ica, dan ayahnya berangkat ke acara Petik Laut sangat meriah. Banyak hal baru yang mereka temukan. Seperti alunan musik Saranan dan melarung sesaji, Melarung sesaji ke laut sebagai bentuk rasa syukur para nelayan karena dilimpahi ikan yang banyak.
Ada satu acara yang paling ditingga mereka, Yaitu adalah Lomba Balap Ayam, Si Petir kapit dengan ceria. Ia bersama adiknya mendaftarkan Si Petir jadi peserta. Sang ayah berteduh di bawah pohon kelapa.
Lomba pun dimulai, Fahri menaiki perahu bersama Si Petir. Peserta lain juga menyusul naik, Perahu bergerak ke laut sejauh 300 meter, Panitia menghitung pelepasan pasangan ayam peserta.