Page 136 - Adikku yang Lama Hilang itu Bernama Vieux Carre (Kumpulan Pentigraf) edit 1
P. 136
Kasih Sayang yang Tak Terbalaskan
Oleh : Reza Zamzami
Di sebuah rumah yang kumuh hiduplah seorang ibu dan
anak laki-lakinya. Mereka berdua tinggal dan hidup apa adanya.
Rati, perempuan paruh baya itu, menjual kayu-kayu yang ia cari
di hutan untuk bertahan hidup. “Ibu, aku ingin seperti punya
teman-teman,” ujarnya dengan penuh harap. “Sabarlah dulu,
Nak. Nanti kalau ibu punya uang, pasti ibu belikan,” ucapnya
sambil mengelus pucuk kepala anaknya dengan penuh kasih
sayang.
Hari itu, Rati menjual kayu-kayunya seperti biasa. Ia
berkelana dari desa ke desa untuk menawarkan kayunya.
Namun, nihil. Tak ada satu orang pun yang membelinya. Saat
itu ia mulai kehilangan cara untuk menjual kayunya. Niat jahat
pun terbesit di benaknya. Ia mengambil uang di salah satu toko
yang saat itu tengah terbuka. Ketika ia sedang mengambil uang
tersebut, ada seseorang yang melihatnya. “MALING! MALING!”
teriak orang itu.
Mendengar teriakan tersebut, Rati pun berlari
meninggalkan toko itu. Ia berharap warga desa tidak berhasil
menangkapnya. Namun, sekeras apa pun ia berusaha, warga
desa tetap berhasil menangkapnya. Ia segera diseret ke kantor
polisi yang kebetulan sangat dekat dengan desa tempat ia
biasa berjualan. Tujuh tahun kemudian, Rati akhirnya terbebas
94 | Pentigraf Lensa Banyuwangi

