Page 189 - Membaca Banyuwangi - Jalan Panjang Literasi V.1 rev
P. 189

CAERA SOHITA HEPPY
            DAMPAK MEDIA SOSIAL TERHADAP POPULARITAS
                    DAN PERKEMBANGAN KULINER KHAS
                                  BANYUWANGI


            Perkembangan  teknologi  informasi  dan  komunikasi  dalam
            beberapa  tahun  terakhir  telah  mengubah  cara  masyarakat
            berinteraksi  dan  mengakses  informasi.  Media  sosial,  sebagai
            salah satu produk dari revolusi digital ini, telah menjadi platform
            yang sangat berpengaruh dalam  membentuk opini publik dan
            tren  di  berbagai  bidang,  termasuk  kuliner.  Dengan  penetrasi
            pengguna  internet  yang  tinggi  di  Indonesia,  media  sosial  ini
            membawa  pengaruh  besar  terhadap  kehidupan  kita  saat  ini,
            khususnya  di  kalangan  generasi  muda,  media  sosial  menjadi
            sarana    yang     efektif   untuk    mempromosikan       dan
            menyebarluaskan  informasi  tentang  kuliner  lokal,  termasuk
            kuliner khas Banyuwangi.

            Banyuwangi,  sebagai  salah  satu  kabupaten  di  Jawa  Timur,
            memiliki kekayaan kuliner yang unik dan beragam. Kuliner khas
            daerah ini merupakan perpaduan antara budaya Jawa, Madura,
            dan Using, yang menghasilkan cita rasa yang khas dan menarik.
            Beberapa makanan ikonik Banyuwangi seperti pecel pitik, sego
            tempong,  dan  rujak  soto  telah  lama  menjadi  kebanggaan
            masyarakat lokal. Namun, sebelum era media sosial, popularitas
            kuliner  ini  sebagian  besar  terbatas  pada  masyarakat  setempat
            dan wisatawan yang berkunjung langsung ke Banyuwangi.













                                                                      159
   184   185   186   187   188   189   190   191   192   193   194