Page 16 - Katalog Pameran Memorabilia Sri Tanjung
P. 16

Dalam  lakon  ini,  Abhillio  menafsirkan  ulang  cerita
            klasik  dengan  pendekatan  segar,  sekaligus  menunjukkan
            bahwa kisah Sri Tanjung masih relevan untuk digarap dalam
            dunia  seni  pertunjukan  modern.  Tokoh-tokoh  yang  ditam-
            pilkan antara lain Sidapaksa, Begawan Tembangpetra, Dur-
            ga, Sri Tanjung, dan Raja Sulakrama.

            SIMBOL KOTA

                    Kisah  Sri  Tanjung  bahkan  melekat  pada  lambang
            resmi Banyuwangi pada masa kolonial. Pada awal abad ke-
            20, lambang kota ini menampilkan dua simbol utama: keris
            dan  air.  Keris  melambangkan  senjata  Sidapaksa  ketika
            membunuh Sri Tanjung, sedangkan air melambangkan toya
            arum,  tirta  ganda,  atau  banyu  wangi—air  yang  harum,
            simbol kesucian dan kebenaran.

            KOMIK SRI TANJUNG

                    Memasuki era modern, kisah Sri Tanjung juga ber-
            transformasi  ke  dalam  media  populer.  Pada  tahun  1962,
            kisah  ini  digubah  dalam  bentuk  komik  oleh  Mohammad
            Radjien,  salah  seorang  komikus  produktif  Indonesia  pada
            masanya.
                    Komik  Sri  Tanjung  karya  Radjien  menjadi  upaya
            awal memperkenalkan legenda Banyuwangi melalui bahasa
            visual populer yang dekat dengan masyarakat luas. Dengan
            gaya gambar khas komik Indonesia era 1960-an, kisah kese-
            tiaan Sri Tanjung disajikan dalam format berpanel yang mu-
            dah diakses, terutama oleh generasi muda kala itu.
                    Kehadiran  komik  ini  menegaskan  kesinambungan
            kreativitas  lintas  zaman:  dari  naskah  kuno  yang  ditulis  ta-
            ngan, relief candi yang terpahat di batu, gambar abad ke-

                                      10
   11   12   13   14   15   16   17   18   19   20   21