Page 304 - Toponimi Wilayah di Kabupaten Banyuwangi
P. 304
yang terkena selendang tersebut harus mau menari bersama si Seblang. Jika
tidak, maka dia akan dikejar-kejar oleh Seblang sampai mau menari. Seblang
Olehsari ditarikan oleh penari Seblang yang masih gadis dan masih ada ikatan
darah dengan penari Seblang sebelumnya. Penentuan penari yang akan
menjadi penari Seblang dilakukan berdasarkan garis keturunan penari
sebelumnya. Penari yang dipilih akan menari selama tujuh hari berturut-turut
pada hari raya Idul Fitri dengan keadaan tidak sadar atau dalam Bahasa
Banyuwangi dengan istilah kejimen.
Pagelaran Seblang Olehsari setiap tahunnya ramai dikunjungi oleh
wisatawan, baik wisatawan lokal hingga mancanegara yang ingin melihat
secara langsung upacara adat Seblang Olehsari. Wisatawan disuguhkan dengan
atraksi penari yang menari dalam keadaan dirasuki oleh roh leluhur penari
Seblang (Yashi, 2018). Selain disuguhkan oleh atraksi tari Seblang, wisatawan
juga dapat belajar makna dari setiap rangkaian kegiatan ritual adat Seblang
Olehsari yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Seblang Olehsari (Sumber: dokumen pribadi, 2025)
Desa Olehsari menjadi salah satu desa yang terkenal akan budaya
adatnya. Salah satu upaya dalam melestarikan budaya adat tradisional, Desa
Olehsari memiliki banyak sekali sanggar kesenian, diantaranya adalah Sanggar
Sayu Sarinah, Sanggar Layang Kumendung, Sanggar Kembang Dermo, Sanggar
Arum Sari, Sanggar Surya Kencana, dan Sanggar Langgeng. Kesenian-keseninan
tersebut dikelola oleh masyarakat setempat untuk menjaga kelestarian
kesenian tradisional. Dengan adanya masyarakat yang mengelola kesenian di
Desa Olehsari diharapkan banyak generasi muda yang ikut andil dalam
melestarikan kesenian tradisional. Sanggar-sanggar tersebut mengembangkan
kesenian Kuntulan, Kesenian Jaranan, Kesenian Janger, Kesenian Gandrung,
Kesenian Tutur Lontar, dan Kesenian Campursari yang diadakan setiap hari
290

