Page 334 - Toponimi Wilayah di Kabupaten Banyuwangi
P. 334

PARIJATAH
                                     Oleh: Intan Kusuma Nagari


                  “Jatah padi untuk penjajah yang melahirkan nama sebuah daerah, Ya…
            itulah Parijatah”
                  Parijatah merupakan nama sebuah wilayah yang ada di Kecamatan Srono
            Kabupaten Banyuwangi. Kini daerah ini terbagi menjadi dua desa yaitu Desa
            Parijatah  Kulon  dan  Desa  Parijatah  Wetan.  Secara  administratif,  wilayah  ini
            berada di bagian barat wilayah Kecamatan Srono. Desa Parijatah Wetan terdiri
            dari lima dusun yaitu Dusun Bongkoran, Dusun Melik, Dusun Parirejo, Dusun
            Sumberjo  dan  Dusun  Sidorejo.  Desa  Parijatah  Kulon  terdiri  dari  Dusun
            Kertosono, Dusun Paiton, Dusun Melik, Dusun Krajan dan Dusun Rayud. Kedua
            Wilayah  Parijatah  ini,  sebagian  wilayahnya  adalah  daerah  persawahan  yang
            dikenal subur sehingga sebagian besar hasil pertanian unggulan di wilayah ini
            adalah padi.
                  Taukah kamu mengapa ada nama dusun yang sama dari kedua desa ini?
            dan bagaimana asal mula penamaan kata ‘Parijatah’?
                  Berdasarkan cerita turun-temurun dari nenek moyang bahwa ada kisah
            bagaimana wilayah ini diberikan nama Parijatah. Berdasarkan informasi yang
            beredar dari beberapa tokoh masyarakat sekitar, nama Parijatah berasal dari
            zaman penjajahan Belanda.



















                   Peta Desa Parijatah Kulon-Wetan (Sumber: Herzien door den Topografischen Dienst in 1921)

                  Diceritakan sekitar tahun 1800, ada wilayah penjajahan Belanda dengan
            penghasilan utamanya berupa padi. Wilayah ini memiliki beberapa perbukitan
            dan wilayah persawahan yang sangat luas serta perairan yang baik sehingga
            membuat wilayah ini sangat subur dengan hasil padi yang melimpah.
                  Majunya pertanian di wilayah ini terihat pada tersedianya bekas pabrik
            beras peninggalan Belanda yang berada di Desa Parijatah, tepatnya di Dusun


            320
   329   330   331   332   333   334   335   336   337   338   339