Page 385 - Toponimi Wilayah di Kabupaten Banyuwangi
P. 385
SEGOBANG
Oleh: Agus Hermanto
“Gobang” adalah sebutan untuk uang logam tembaga bernilai dua setengah
sen, yang pada masa penjajahan dikenal pula dengan istilah benggol. Apa
hubungannya dengan Desa Segobang?
Di lereng timur Pegunungan Ijen yang berhawa sejuk dan penuh
kehijauan, berdiri sebuah desa yang menyimpan kisah panjang tentang alam,
sejarah, dan budaya. Terletak di Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, desa
ini bukan sekadar titik di peta, melainkan ruang hidup yang kaya makna. Nama
“Segobang” yang melekat hingga kini bukan hanya penanda geografis,
melainkan juga jejak dari kearifan lokal, peristiwa masa lalu, dan nilai-nilai luhur
masyarakatnya.
Kantor Desa Segobang (Sumber: dokumen pribadi, 2024)
Desa Segobang dengan luas wilayah mencapai 392,12 hektar. Desa ini
didominasi oleh lahan persawahan dengan luas sekitar 322,15 hektar,
mencerminkan kuatnya tradisi agraris masyarakat setempat. Selain itu,
kawasan permukiman seluas 32,16 hektar tersebar di beberapa dusun yang
tertata alami mengikuti kontur lereng, sementara lahan perkebunan mencakup
30 hektar, sebagian besar ditanami tanaman tahunan seperti durian, manggis
dan pohon-pohon lainnya. Sisanya merupakan area untuk kantor desa, sekolah,
sarana ibadah, dan fasilitas umum lainnya, yang mendukung aktivitas sosial dan
pemerintahan desa.
Secara geografis, Desa Segobang berada di dataran tinggi yang berhawa
sejuk dan dikelilingi kawasan hijau. Letaknya strategis karena berbatasan
dengan Desa Banjar di sebelah utara, Desa Banjar dan Jelun di sebelah timur,
Desa Pakel di sebelah selatan, serta Desa Kluncing di sebelah barat. Lingkungan
371

