Page 416 - Toponimi Wilayah di Kabupaten Banyuwangi
P. 416

yang tidak pernah berhenti bekerja, berharap, dan menyangga hidup banyak
            orang.
                  Apakah hari ini, kisah di atas masih memiliki keterhubungan dengan hal
            yang lain? Jawabannya, ya. Percaya  atau  tidak, salah satu  warisan yang tak
            kasatmata,  namun  sangat  terasa,  telah  diwariskan  oleh  Suaenah  pada
            keturunannya. Sebuah kejadian tak terduga terjadi.
                  Seorang  cucu  perempuan  dari  garis  keturunan  Suaenah,  yang  dahulu
            sering  bermain  di  dekat  pembaringan  neneknya,  tanpa  sengaja  bertemu
            seorang  tukang  pijat.  Tukang  pijat  tua  itu,  yang  berasal  dari  luar  desa,
            mengamati tangan perempuan itu dengan penuh takjub. "Kau punya tangan
            yang aneh. Lihat urat-uratmu, dan bentuk telapakmu. Ini tangan penyembuh,"
            katanya pelan. Perempuan itu tentu tidak percaya bahwa pada tangannya ada
            darah penyembuh atau berbakat untuk menyembuhkan lewat urut atau pijat.
            Ia  tidak  pernah  belajar  atau  tertarik  dengan  dunia  pijat-memijat.  Namun,
            tukang pijat itu terus mendesaknya untuk belajar teknik memijat tradisional
            serta mengajarkan mantra kecil yang katanya berasal dari leluhur Jawa Kuno.
            Bahkan ia meyakinkan, jika ada anak kecil yang sakit panas dan diberikan air
            kelapa muda dari tangannya, maka Insyaallah akan segera sembuh.
                  Seperti warisan yang terpendam, keturunan rasa dan kepekaan tangan
            itu muncul tanpa sengaja. Sebuah anugerah yang diwariskan dari moyangnya.
            Sebuah daya kekuatan yang ia sendiri tidak paham. Warisan itu memang tak
            selalu berupa benda fisik atau harta. Terkadang, warisan itu berupa kepekaan
            yang  terpendam,  kekuatan  dalam  gerak  tangan,  atau  semangat  yang  tak
            pernah padam. Itulah yang diwariskan oleh perempuan-perempuan Songgon
            dan menjadi penyangga dan nadi kehidupan Desa Songgon hingga kini.


















            402
   411   412   413   414   415   416   417   418   419   420   421