Page 507 - Toponimi Wilayah di Kabupaten Banyuwangi
P. 507

TREBLASALA
                                        Oleh: Akira Luhhaning


                  Bayangkan sebuah tempat yang namanya tak tercatat di peta kolonial,
            tetapi tetap hidup dalam ingatan kolektif warganya. Sebuah nama yang lahir
            bukan dari pena penguasa, melainkan dari lidah rakyat, Treblasala. Di sanalah,
            di balik hijaunya hamparan perkebunan dan sunyinya loji-loji tua peninggalan
            Eropa,  tersembunyi  jejak  panjang  kolonialisme,  perlawanan  kultural,  dan
            pembentukan  identitas  yang  nyaris  tak  pernah  ditulis  dalam  buku  sejarah
            sekolah.  Treblasala  bukan  hanya  sebuah  wilayah,  ia  adalah  teka-teki  yang
            menanti untuk dipecahkan, sebuah nama yang mengandung riwayat panjang
            yang pernah dan masih berdetak di jantung Glenmore.
                  Namun, di manakah letak Treblasala sebenarnya? Apa yang membuat
            kawasan  ini  begitu  menarik  dalam  bingkai  sejarah  kolonial  di  Jawa  Timur?
            Bagaimana masyarakat lokal membentuk identitasnya di tengah warisan fisik
            dan  sosial  yang  ditinggalkan  oleh  masa  lalu?  Untuk  menjawab  semua
            pertanyaan  itu,  kita  harus  menelusuri  bentang  geografis  tempat  cerita  ini
            berakar:  Desa  Karangharjo,  Kecamatan  Glenmore,  Kabupaten  Banyuwangi,
            yang berada di kaki selatan Gunung Raung. Di sinilah, kisah Treblasala bermula.
                  Desa Karangharjo terletak di wilayah administratif Kecamatan Glenmore,
            Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Secara geografis, desa ini berada
            di  sisi  barat  daya  Kabupaten  Banyuwangi  dan  berbatasan  langsung  dengan
            lereng  selatan  Gunung  Raung.  Letak  geografisnya  berada  di  wilayah  yang
            berbukit-bukit  dan  memiliki  udara  yang  sejuk,  sesuai  dengan  karakteristik
            Glenmore  yang  secara  harfiah  berarti  "bukit  besar".  Topografi  wilayah
            Karangharjo  tergolong  bervariasi,  terdiri  dari  dataran  tinggi  dan  lereng
            pegunungan dengan tanah yang subur. Keadaan geografis ini menjadi faktor
            utama  yang  menyebabkan  wilayah  ini  dikembangkan  sebagai  kawasan
            perkebunan sejak masa kolonial Belanda. Salah satu kawasan yang memiliki
            peran penting dalam sejarah perkebunan tersebut adalah Treblasala, sebuah
            wilayah  yang  termasuk  dalam  wilayah  administratif  Desa  Karangharjo.
            Treblasala merupakan bagian dari sistem perkebunan Glenmore Estate, yang
            sejak awal abad ke-20 telah menjadi pusat produksi komoditas ekspor seperti
            kopi, kakao, dan karet.











                                                                                     493
   502   503   504   505   506   507   508   509   510   511   512