Page 62 - Toponimi Wilayah di Kabupaten Banyuwangi
P. 62
ke kerajaan Mataram.” (Stoppelaar, 1927: 14). Yang dimaksud dari daerah yang
berada diluar dari wilayah Banyuwangi, antara lain adalah wilayah Lumajang,
dan Blambangan bagian Barat yang sekarang menjadi kabupaten Jember,
Situbondo, dan juga Bondowoso.
Dari pemaparan-pemaparan diatas dapat kita tarik benang merah
bahwasanya, pasukan dari kerajaan Mataram pernah menyerang kerajaan
Blambangan, dan lebih dari dua kali, yaitu pada tahun (1635, 1638-1639).
Dari semua serangan itu ternyata hanya Blambangan bagian barat
(bagian luar Banyuwangi) yang telah berhasil direbut oleh pasukan Mataram,
sedangkan sisi lain dari Banyuwangi (Blambangan Timur) belum berhasil
dikuasai. Jika semua data itu benar secara mutlak, maka dari itu tidak ada
buktinya bahwa pasukan Mataram pernah menyerang wilayah Desa Benculuk.
Jika kita sudah memahami kronologi dan catatan sejarah di atas, dapat
kita tarik benang merahnya bahwa cerita masyarakat yang telah banyak
didengar oleh masyarakat hanyalah sebuah dongeng yang asal mengarang,
tidak sesuai dengan catatan dalam sejarah.
Lalu sebenarnya dari mana nama Benculuk itu bermula? Mari kita sedikit
membuka referensi sumber sejarah dari Bali, yaitu (Babad Arya Kenceng Tegeh
Kori). Dalam sumber sejarah ini tercatat bahwasanya;
“Setelah Puri selesai dibangun, bertapa lah beliau di Puri itu. Ibukota
kerajaan disebut Behaculuk (Benculuk), mengingat asal Sira Arya Kenceng
Tegeh Kori diasuh dan dibesarkan (Benculuk artinya Buahan Jolok artinya
jambe=Purangan.)”
Dalam artian yang lebih kompleks adalah, nama Benculuk berasal dari
buah Jolok atau buah yang dipetik menggunakan alat jolok (galah). Nah,
kemudian buah ini juga disebut sebagai buah Purangan atau yang biasa kita
sebut Jambe (pinang).
Gambar buah Jambe/Pohon Pinang (Sumber: dokumen pribadi, 2025).
48

