Page 25 - Gandrung Banyuwangi
P. 25
itu terhentuklah orkes gandrung yang man tap sejak akhir ahad.ke-
XIX sampai masa kini
Pemhaharuan gandrung yang terjadipada akhir ahad XIX itu,
juga dilakukan oleh penduduk asli Blamhangan (di desa Cungking)
yang masih menghormati syamanisme dalam ungkapan kesenian
rakyat (sehlang).
Konon, salah seorang dari 14 (empat orang di antaranya putri)
anak Mak Midah yang hernama Semi, sakit keras. Meski sudah di-
ohati dengan herhagai macam ohat, Semi tidak juga semhuh. Maka
Mak Midah mengucapkan nadzar, hila Semi semhuh akan dijadikan
sehlang.
Dalam bahasa Daerah, Mak Midah berkata:
"Adung sira mari, sun dadekna seblang, kadung sira sing mari,
ya using".
Artinya:
"Bila engkau semhuh, aku jadikan engkau penari sehlang, hila
tidak ya tidak".
Setelah Mak Midah mengucapkan kata-kata itu, semhuhlah Se-
mi. Segera Mak Midah memhayar nadzar dengan dihantu oleh se-
luruh anggauta keluarganya. Semi dijadikan sehlang. Yang ber-
tindak sehagai pengundang sehlang, Mak Midah pribadi. Pertlinjuk-
an sehlang dengan penari cilik itu diselenggarakan secara terhuka
oleh keluarga Mak Midah dengan disaksikan oleh para tetangga.
Dan saat itulah (tahun 1895) untuk pertama kalinya seorang pena-
ri putri tampil sehagai penari sehlang.
19

