Page 118 - Toponimi Wilayah di Kabupaten Banyuwangi
P. 118

DADAPAN-KABAT
                                          Oleh: Lita Ismania


                  Di  balik  hiruk-pikuk  perkembangan  zaman,  terdapat  desa  yang  tetap
            memelihara denyut tradisi dan kearifan lokalnya. Desa Dadapan yang terletak
            di Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi adalah salah satu contoh nyata
            dari  harmoni  antara  modernitas  dan  budaya  yang  lestari.  Sebagai  wilayah
            penyangga Kota Banyuwangi, Dadapan tidak hanya strategis secara geografis,
            tetapi juga kaya akan sejarah, budaya, dan kuliner yang menggoda selera.
                  Desa Dadapan terletak di wilayah Kabat, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi
            Jawa Timur, Indonesia. Wilayah Desa Dadapan terdiri dari 3 Dusun, yaitu Krajan,
            Dadapan Utara, dan Secawan. Ketiga dusun tersebut terbagi menjadi 15 Rukun
            Warga (RW) dan 37 Rukun Tetangga (RT). (1)
                  Desa Dadapan memiliki potensi yang cukup strategis dengan luas wilayah
            450,75 ha dengan perbatasan wilayah, sebagai berikut:
                  Utara: Berbatasan dengan Desa Kalirejo
                  Barat: Berbatasan dengan Desa Pendarungan
                  Selatan: Berbatasan dengan Desa Kedayunan
                  Timur: Berbatasan dengan Desa Pondoknongko, Gedangan

                  Desa Dadapan, Kecamatan Kabat memiliki jumlah penduduk ± 8529 jiwa
            yang terdiri dari 4243 jiwa penduduk laki-laki dan 4286 jiwa perempuan.
                  Dari cerita-cerita lisan yang diwariskan oleh para sesepuh hingga tradisi
            yang  masih  dijalankan  hingga  kini,  Desa  Dadapan  menyimpan  kisah  yang
            menarik untuk ditelusuri. Melalui naskah ini, kita akan menyelami lebih dalam
            tentang sejarah, budaya, serta kekayaan kuliner yang menjadi identitas dari
            desa yang menawan ini.
                  Setiap  desa  memiliki  kisah  unik  yang  membentuk  identitasnya,  tak
            terkecuali Desa Dadapan. Desa ini menyimpan jejak sejarah yang telah terpatri
            sejak  zaman  dahulu.  Asal-usul  nama  "Desa  Dadapan"  tidak  hanya  menjadi
            penanda geografis semata, melainkan juga cerminan dari perjalanan panjang
            masyarakatnya—dari  cerita-cerita  lisan  nenek  moyang,  peninggalan  sejarah,
            hingga perubahan sosial budaya yang terus berlangsung hingga kini.
                  Konon, nama desa ini berasal dari nama tanaman. Seiring berjalannya
            waktu, desa ini tumbuh menjadi komunitas yang kaya akan nilai-nilai tradisi,
            gotong royong, dan warisan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
                  Sejarah  Desa  Dadapan  berkaitan  erat  dengan  potensi  sumber  daya
            ulamanya, yang berkembang pada penjajahan Belanda. Pada waktu itu pusat
            pemerintahan  Belanda  yang  berkedudukan  di  Banyuwangi,  tepatnya  di


            104
   113   114   115   116   117   118   119   120   121   122   123