Page 120 - Toponimi Wilayah di Kabupaten Banyuwangi
P. 120
Pohon-pohon ditanam sebelah utara diserahkan para dayun untuk
menghambat dan dibuat arena pertempuran antara kerajaan Macan putih
dengan para penjajah yang bermarkas di Inggrisan, Banyuwangi. Berhubung
hutan yang ditanam oleh dayun dan penggawa kerajaan tumbuh sangat lebat
dan duri pohon dadap tersebut sangat runcing dan tajam, sehingga penjajah
tidak berani memasuki wilayah kerajaan lewat utara. Dulu, hutan yang banyak
pohon dadap itu menjadi wilayah pusat administrasi pemerintahan desa, yaitu
Desa Dadapan. Maka, kata dadap menjadi makna dari nama berdirinya sebuah
desa yang bernama Desa Dadapan. Dan yang dihuni terdiri dari tiga dusun,
cerminan dari jumlah daun dadap tersebut, yaitu Dusun Krajan dan dua dusun,
Dusun Dadapan utara dan Dusun Secawan. Dadapan adalah sebuah desa yang
sejuk, subur, aman, dan nyaman, di mana daerah ini terkenal sebagai penghasil
buah kelapa. Adapun berdirinya Desa Dadapan tidak diketahui dengan pasti.
Untuk mengetahui arti dari pada nama-nama dusun yang ada di Desa Dadapan
adalah sebagai berikut:
Dusun Krajan : Nama Krajan artinya pusat atau kerajaan atau mengepalai
beberapa dusun.
Dusun Dadapan Utara : Nama Utara adalah belahan pusat atau pekerjaan
sebelah utara
Dusun Secawan : Nama Secawan artinya secangkir, di mana Secawan
merupakan dusun yang dibelah oleh aliran sungai. Diharapkan Dusun secawan
ini menjadi sebuah dusun yang maju gemah ripah.
Di balik kesederhanaannya, Desa Dadapan menyimpan kekayaan budaya
yang terjaga hingga kini. Berbagai tradisi warisan leluhur terus dijalankan
sebagai wujud rasa syukur, penghormatan terhadap alam, dan pengikat
kebersamaan warga desa. Tradisi-tradisi ini tidak hanya mencerminkan
identitas masyarakat lokal, tetapi juga menjadi sarana pelestarian nilai-nilai
luhur yang diturunkan secara turun-temurun.
Salah satu tradisi yang masih lestari adalah Pawai Obor Bersih Desa yang
biasanya diadakan menjelang hari besar keagamaan atau peringatan penting
desa. Ratusan warga, dari anak-anak hingga orang tua, menyusuri jalan desa
sambil membawa obor menyala—mewakili semangat persatuan, penerangan
batin, dan harapan akan masa depan yang lebih baik.
Kegiatan pawai obor bagi desa keliling kampung tersebut selain untuk
menyambut datangnya malam tahun baru Islam 1 Muharram 1446 Hijriyah juga
dimaksudkan sebagai ajang beribadah melalui doa dan selawat saat kegiatan
yang berlangsung meriah itu dilaksanakan. Selain itu, adanya kegiatan pawai
bersih desa keliling kampung kali ini juga dimaksudkan untuk mempererat
hubungan silaturahmi dan kekompakan di antara pemerintah Desa Dadapan
dengan elemen masyarakat dan pemuda yang ada di sekitarnya, khususnya
106

