Page 124 - Toponimi Wilayah di Kabupaten Banyuwangi
P. 124
mendukung pemukiman buruh tani serta gudang penyimpanan hasil panen.
(ANRI,1922).
Secara geografis, letak Genteng memang strategis. Ia berada di jalur
tengah yang menghubungkan Kota Banyuwangi dengan Kabupaten Jember.
Posisi ini menjadikan Genteng sebagai simpul transportasi dan perdagangan
yang penting sejak masa kolonial. Jalur kereta api yang dibangun di era Belanda
melintasi wilayah ini, menghubungkan perkebunan dengan pelabuhan ekspor
di Panarukan dan Ketapang.(The Hague: Martinus Nijhoff, 1967). Infrastruktur
inilah yang membuat wilayah Genteng berkembang lebih cepat dibandingkan
beberapa kecamatan lain di Banyuwangi. Dalam catatan Ricklefs, strategi
kolonial untuk memusatkan produksi dan distribusi barang di titik-titik tertentu
seperti Genteng adalah bagian dari kebijakan kontrol ekonomi dan sosial.
(Stanford: Stanford University Press, 2001).
Kantor Camat Genteng (Sumber: dokumen pribadi 2025)
Pada masa Kerajaan Blambangan, Genteng merupakan daerah singgah
dari arah Wonorekso ke Gambiran. Seiring waktu, wilayah ini berkembang
menjadi pusat aktivitas ekonomi di Banyuwangi Barat. Pada masa pendudukan
Hindia Belanda, Genteng ditetapkan sebagai onderafdeling (kawedanan) yang
mencakup wilayah-wilayah yang kini menjadi Kecamatan Kalibaru, Glenmore,
Sempu, Genteng, Gambiran, dan Tegalsari. Di tahun 1923 pembentukan
administrasi mendorong pemekaran desa, Desa Genteng pecah menjadi
Genteng Wetan dan Genteng Kulon sebagai upaya pengelolaan wilayah yang
lebih efisien (Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, 1923).
110

