Page 169 - Toponimi Wilayah di Kabupaten Banyuwangi
P. 169

jarak sekitar 7 kilometer dari pusat Kecamatan Genteng, Desa Kaligondo dapat
            ditempuh dalam waktu sekitar 15 menit melalui jalan darat. Sementara itu,
            jarak dari Kaligondo menuju ibu kota Kabupaten Banyuwangi adalah sekitar 75
            kilometer, atau dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih satu jam.
                  Tak hanya dalam letak dan iklim, Desa Kaligondo juga memiliki denyut
            kehidupan  yang  terwujud  dalam  jumlah  penduduk  yang  cukup  besar.
            Berdasarkan data administrasi Pemerintahan Desa tahun 2019, desa ini dihuni
            oleh  5.256  Kepala  Keluarga  (KK)  yang  tersebar  di  beberapa  dusun  yang
            membentuk mozaik kehidupan sosial yang kaya dan dinamis.
                  Dibentuk secara administratif pada tahun 1949, Desa Kaligondo lahir dari
            kebutuhan akan kemandirian, ketika wilayah Desa Sumbergondo dirasa terlalu
            luas untuk dikelola secara efektif. Bersama dengan Desa Tulungrejo, Kaligondo
            memulai perjalanan barunya sebagai sebuah desa yang berdiri sendiri. Namun,
            kemerdekaan  administratif  ini  bukanlah  pemutusan  ikatan  dari  masa  lalu,
            melainkan  kelanjutan  dari  akar  sejarah  yang  tetap  terpatri  kuat.  Nama
            Kaligondo sendiri menjadi simbol dari dua unsur alam dan sejarah, "Kali" berarti
            sungai yang melintas, dan "Gondo" yang diambil dari nama kampung asal, yakni
            Sumbergondo.
                  Dalam denting waktu dan langkah pembangunan yang perlahan namun
            pasti, Kaligondo menjelma menjadi ruang yang tidak hanya dihuni, tapi juga
            dicintai.  Dusun-dusun  seperti  Selorejo,  Sumberwadung,  dan  Jepit  menjadi
            penjaga keberagaman budaya serta denyut kehidupan masyarakatnya. Di sini,
            masa lalu bukanlah kenangan semata, melainkan fondasi yang menuntun desa
            ini untuk terus berkembang, dari rumah-rumah kayu sederhana hingga sistem
            pemerintahan yang tertata.
                  Setelah  menelusuri  asal-usul  yang  mengakar  kuat  dalam  sejarah
            berdirinya Desa Kaligondo, kini saatnya kita menengok wajah desa ini dari sisi
            yang  lebih  nyata,  kondisi  geografis  dan  demografisnya.  Di  balik  nama  yang
            mengalir seperti  air sungai, Desa Kaligondo hadir sebagai  ruang hidup yang
            berdiri kukuh di antara lembah dan perbukitan, menyatu dengan harmoni alam
            Banyuwangi bagian selatan.
                  Tak hanya dalam hal letak dan iklim, Desa Kaligondo juga memiliki denyut
            kehidupan  yang  terwujud  dalam  jumlah  penduduk  yang  cukup  besar.
            Berdasarkan data Administrasi Pemerintahan Desa tahun 2019, desa ini dihuni
            oleh  5.256  Kepala  Keluarga  (KK)  yang  tersebar  di  beberapa  dusun  yang
            membentuk mozaik kehidupan sosial yang kaya dan dinamis.
                  Di  balik  kisah  asal-usul  yang  sarat  makna  itu,  Desa  Kaligondo  juga
            menyimpan  jejak  perjuangan  fisik  yang  nyata,  salah  satunya  terpatri  dalam
            monumen peringatan perjuang Sersan Sanusi.



                                                                                     155
   164   165   166   167   168   169   170   171   172   173   174