Page 284 - Toponimi Wilayah di Kabupaten Banyuwangi
P. 284
Asumsi dari dokumen tersebut dibantah mentah-mentah oleh haji
Nanang selaku mantan kepala desa. Karena cerita tersebut tidak sesuai dan saat
itu dokumen RPJMDes disusun secara sepihak sehingga cerita tersebut hanya
sebatas asumsi saja dari Edy Soelamsiyanto. Meski demikian, tetap saja
dituangkan dalam dokumen desa (salah satunya RPJMDes). "Penamaan
kampung-kampung tersebut tidak melalui musyawarah mufakat oleh para
tokoh pemuka masyarakat pada waktu itu. Hanya asal sebut, disebabkan
adanya sesuatu, atau peristiwa yang terjadi pada saat itu" imbuhnya
Dahulu sebelum tahun 1969 desa Licin menaungi 10 dusun, yaitu Dusun
Krajan, Dusun Karangan, Dusun Plembon, Dusun Benel, Dusun Gumuk Batur,
Dusun Glondok, Dusun Blimbingsari, Dusun Tamansari, Dusun Jambu, dan
Dusun Sumberwatu. Saat itu, Litjin merupakan penghasil tiga komoditas utama
hasil pertanian, yaitu karet, cokelat, dan kopi, terutama di wilayah Jambu yang
saat ini menjadi dusun Jambu di yang berada di Desa Tamansari, yang memiliki
perkebunan kopi robusta. Aroma yang semerbak dari Licin inilah membuat
Koloni Belanda berminat untuk menguasai daerah ini.
Lapangan Tangsi (Sumber: dokumen pribadi, 2025)
Kehadiran kolonial Belanda di wilayah Licin meninggalkan jejak yang
masih terasa hingga kini, salah satunya adalah berdirinya sebuah tangsi
kompleks militer yang kala itu difungsikan sebagai markas pertahanan sekaligus
tempat tinggal bagi para serdadu Belanda. Lebih dari sekadar barak militer,
tangsi juga menjadi tempat peristirahatan orang-orang Belanda serta
difungsikan sebagai ruang tahanan di salah satu bagiannya. Namun, setelah
Indonesia merdeka, bangunan tangsi itu digunakan oleh masyarakat.
270

