Page 56 - Toponimi Wilayah di Kabupaten Banyuwangi
P. 56
melewati Dusun Segobang Timur. Saluran irigasi tersebut dinamakan Talang
Gantung yang awalnya bernama Cindih Bawah. Sunagi tersebut dinamakan
Cindih Bawah karena menurut masyarakat, di sungai tersebut ada sarang Ular
Cindih. Pembangunan dam dan saluran irigasi tersebut berada dalam
kepemimpinan Kepala Desa Mukhlis dalam masa kepemimpinan tahun 1981
sampai 1989.
Di saluran irigasi tersebut, digegerkan dengan munculnya Ular Sanca
besar (yang oleh masyarakat sekitar disebut Ular Cindih). Karena ukuran yang
besar, Ular tersebut membuat warga geger hingga pelosok dusun lain. Warga
yang ketakutan akhirnya berusaha untuk menghabisi ular tersebut agar tidak
membahayakan.
Hingga dari kejadian tersebut, Dusun Segobang Timur perlahan dikenal
sebagai Banyucindih, yaitu jika diterjemahkan, menjadi tempat yang sungainya
ada Ular Sanca. Akhirnya, Dusun Segobang Timur diubah menjadi Dusun
Banyucindih. Hingga sekarang, Dusun Banyucindih terdiri dari 2 RW dan 5 RT.
Dusun Banyucindih Berbatasan langsung dengan Desa Banjar di sebelah utara,
Desa Jelun di sebelah Timur, Dusun Srampon di sebelah selatan, dan Dusun
Krajan Timur di sebelah Barat.
Di Dusun Banyucindih, terdapat satu masjid, satu PAUD, dan satu
lembaga Sekolah Dasar Negeri. Dusun Banyucindih memiliki area persawahan
yang luas, dengan komoditi utamanya adalah pertanian padi. Di beberapa
waktu tertentu seperti musim kemarau, segelintir petani menanam palawija.
Namun, pertanian padi tetap ada karena Desa Segobang memiliki pengairan
yang memadai untuk memusimkan padi sepanjang tahun.
Dalam masa tertentu, panen buah menjadi alternatif pendapatan untuk
warganya. Buah yang terkenal di Dusun Banyucindih adalah durian, manggis,
dan kepundung. Tidak sedikit dari warga Banyucindih yang menjadi pengepul
petani Durian, dan menjajakannya hingga luar daerah.
Untuk mencukupi kebutuhan air bersih, masyarakat Banyucindih telah
memiliki saluran air bersih yang terdistribusi dari HIPPAM, yang dikelola
masyarakat Desa Segobang. Karena itu, dii Dusun Banyucindih telah dibangun
satu tandon untuk menampung air untuk kemudian dialirkan ke rumah-rumah
warga. Alasan warga lebih memilih HIPPAM adalah karena jika membuat
sumur, akan memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit karena sumber air
tanah yang terlalu dalam.
Pada tahun 2024, Desa Segobang terpilih sebagai Desa Satelit, dan
bertempat di Dusun Banyucindih. Letaknya hampir berbatasan dengan Desa
Banjar. Di sepanjang jalan dusun ditata dengan sedemikian rupa. Dusun
Banyucindih terpilih karena di Kawasan tersebut terdapat banyak tanaman
herbal yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan jamu. Masyarakat lebih
42

