Page 34 - Toponimi Wilayah di Kabupaten Banyuwangi
P. 34
Makam Kyai Abdullah Faqih Cemoro (Sumber: Umma.id, 2023)
Pada tahun 1911 Kiai Abdullah Faqih mulai mendirikan Pondok Pesantren
yang diberi nama Pondok Pesantren Alkaf Cemoro yang terletak di Dusun
Cemoro, Desa Balak, Kecamatan Songgon, Banyuwangi. Dengan membeli tanah
sepetak milik Semaoen dan Mak Jasir. Berawal dari dua sampai tiga orang santri
yang menimba ilmu kepadanya lambat laun pesantrennya berkembang pesat.
Selain berdakwah dengan memberikan ilmu kepada para santrinya, Kiai
Abdullah Faqih juga melakukan dakwah secara kultural kepada masyarakat
sekitar yang mayoritas dari suku Using. Salah satu dakwah kultural warisan
beliau yang hingga kini masih lestari di bumi Blambangan adalah tradisi
endhog–endhogan atau tradisi menghias telur dan pohon pisang ketika masuk
bulan Maulid.
Tak ada catatan yang pasti kapan tradisi ini mulai dirintis oleh beliau,
namun terdapat makna filosofi besar yang terkandung dalam tradisi endhog-
endhogan ini. Tradisi kembang endhog yang divisualisasikan dengan pohon
pisang yang berbunga serta berbuah telur ini adalah perlambang dari kelahiran
Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam yang penuh rahmat. Telur yang
telah direbus matang juga memiliki makna filosofi bahwa tiga lapis telur
melambangkan tiga ajaran penopang agama berupa Islam, Iman, dan Ihsan.
Hingga saat ini, tradisi kembang endhog telah menyebar ke seluruh wilayah
bumi Blambangan. Bahkan, peringatan endhog-endhogan juga dirayakan
komunitas warga Banyuwangi di daerah lain.
Setiap tahunnya, pemerintah Desa Balak melaksanakan kegiatan ritual
tahunan yang diberi nama Festival Jenang Suro yang dilaksanakan pada bulan
Muharrom atau Suro. Pagi harinya masing-masing dusun menyiapkan tumpeng
20

