Page 517 - Toponimi Wilayah di Kabupaten Banyuwangi
P. 517
elite di kawasan Stendo, yang menjadi simbol naiknya status ekonomi sebagian
warga kota. Kontras ini bukan tanda kesenjangan, tetapi justru memperlihatkan
kelenturan sosial di mana berbagai kelas sosial dapat hidup berdampingan
dalam semangat toleransi dan keterbukaan.
Kawasan Naga Bulan (Sumber : Dokumentasi Pribadi, 2025}
Nama-nama lingkungan di dalam Kelurahan Tukangkayu juga menyimpan
cerita. "Stendo", misalnya, berasal dari plesetan kata "Standard Oil" yang
merujuk pada perusahaan migas asing yang pernah beroperasi di kawasan itu
pada awal abad ke-20. Di sinilah dahulu berdiri fasilitas penyimpanan bahan
bakar minyak dan perumahan staf. Setelah perusahaan itu angkat kaki,
kawasan ini berkembang menjadi lingkungan perumahan menengah ke atas.
Nama "Stendo" tetap melekat sebagai toponim kultural yang menandai babak
sejarah kolonial dalam kehidupan masyarakat lokal.
Sedangkan Gang Jaya dan kawasan Imam Bonjol adalah permukiman
yang tumbuh seiring dengan arus urbanisasi pasca kemerdekaan. Nama-nama
gang dan jalan yang tumbuh di wilayah ini banyak diambil dari tokoh-tokoh
perjuangan nasional, menandai semangat nasionalisme dalam pembentukan
ruang. Hal ini juga menunjukkan bagaimana sejarah nasional diartikulasikan ke
dalam ruang-ruang lokal melalui penamaan jalan dan lingkungan.
Sebagai bagian dari Kecamatan Banyuwangi, Tukangkayu juga ikut dalam
denyut sejarah lebih besar. Wilayah ini berada tidak jauh dari pusat
pemerintahan kabupaten yang secara historis bermula sejak 1774 ketika
Kanjeng Raden Tumenggung Wiraguna I (Mas Alit) diangkat menjadi bupati.
Sejak itu, Banyuwangi tumbuh sebagai pusat pemerintahan yang terus
memperluas jaringan wilayahnya, termasuk membentuk kawasan strategis
seperti Tukangkayu.
503

