Page 518 - Toponimi Wilayah di Kabupaten Banyuwangi
P. 518
Kedekatan Tukangkayu dengan berbagai taman kota seperti Taman
Sritanjung, Taman Blambangan, dan Taman Tirta Wangi juga menambah nilai
ruangnya. Taman-taman ini bukan hanya sekadar ruang hijau, tetapi juga titik
temu budaya, sosial, dan ekonomi warga. Dalam konteks ini, Tukangkayu
berada dalam posisi strategis sebagai penghubung antara masa lalu, kini, dan
masa depan Banyuwangi.
Penting untuk dicatat bahwa hal ini tidak hanya soal nama. Ia adalah pintu
masuk menuju pemahaman yang lebih mendalam tentang sejarah, budaya, dan
dinamika sosial masyarakat. Nama Tukangkayu merekam jejak profesi, tetapi
juga menggambarkan watak dasar masyarakatnya: ulet, terampil, dan adaptif.
Dalam menghadapi modernitas dan tekanan urbanisasi, identitas ini harus
tetap dijaga.
Kini, tugas kita adalah merawat makna yang terkandung dalam nama-
nama tersebut. Penataan kawasan harus diselaraskan dengan pelestarian nilai
sejarah. Jalan Kolonel Sugiyono jangan hanya diisi dengan deretan warung,
tetapi bisa menjadi jalur tematik sejarah kota. Informasi visual atau mural yang
mengisahkan sejarah kawasan bisa ditambahkan di trotoar dan dinding
bangunan. Begitu pula dengan Lingkungan Stendo, perlu ada penanda sejarah
bahwa di sana pernah berdiri fasilitas penting perusahaan asing yang mewarnai
dinamika kolonial di Banyuwangi.
Kelurahan Tukangkayu adalah ruang hidup yang terus tumbuh. Ia tak
hanya dihuni oleh bangunan dan kendaraan, tetapi juga oleh kenangan, kisah-
kisah, dan relasi sosial antarwarga. Dalam kerangka itulah, toponim
Tukangkayu menjadi penting bukan hanya sebagai penanda lokasi, tetapi
sebagai simbol perjalanan sejarah dan kebudayaan Banyuwangi.
Gedung MTs Darun Najah (Sumber : dokumentasi Pribadi 2025)
504

