Page 141 - Toponimi Wilayah di Kabupaten Banyuwangi
P. 141

pengembaraan keilmuan yang cukup lama, Sunan Giri kembali ke Ampel dan
            dinikahkan  dengan  Putri  Sunan  Ampel,  kemudian  mendirikan  pesantren  di
            daerah  perbukitan  Desa  Sidomukti,  selatan  Gresik.  Pesantrennya  tak  hanya
            digunakan  sebagai  tempat  pendidikan,  namun  juga  sebagai  pusat
            pengembangan masyarakat. Pesantren itu pun kemudian berkembang menjadi
            salah  satu  pusat  kekuasaan  yang  dikenal  dengan  nama  Giri  Kedaton.  Masa
            pemerintahan Sunan Giri di Giri Kedaton berlangsung dari tahun 1487 sampai
            1506. Sunan Giri wafat pada tahun 1506. Munculnya Giri Kedaton membawa
            dampak positif bagi perkembangan Islam di wilayah Giri. (Mursidi & Soetopo:
            2021).
                  Kembali kepada kisah Dewi Sekardadu setelah ditinggal oleh suami dan
            anaknya, sayangnya belum ada kajian ilmiah yang serius menelusuri kisah hidup
            beliau selanjutnya. Satu-satunya berita yang mensiarkan tentang ibunda Sunan
            Giri itu, hanya sebatas keberadaan makamnya. Itu pun terdapat beberapa versi.
            Pertama, makam Dewi Sekardadu terletak di Giri, Gresik. Konon, ketika Sunan
            Giri bertemu dengan ayahandanya, ia dijelaskan tentang asal usul sebenarnya.
            Ibunya  adalah  seorang  putri  Blambangan  bernama  Dewi  Sekardadu.  Akan
            tetapi, ibunya tersebut telah meninggal dunia. Untuk mengenang ibunya itulah,
            Sunan Giri memindahkan secara gaib makam ibunya dari Blambangan ke Giri
            Gresik. Pendapat kedua  makam Dewi Sekardadu berada di Sidoarjo dengan
            argumen bahwa ibu kota Blambangan ada di Sidoarjo. Pendapat ketiga tentang
            keberadaan makam Dewi Sekardadu di Banyuwangi. Makam tersebut terletak
            di  Puthuk  Giri,  Kelurahan  Giri,  Kecamatan  Giri,  Banyuwangi.  Orang-orang
            setempat menamainya makam Buyut Atiqah. (Notonegoro: 2019)
















                             Makam Eyang Putri Atikah (Sumber: dokumen pribadi, 2025)

                  Berdasarkan cerita tutur setempat, masyarakat kelurahan Giri meyakini
            bahwa  di  atas  bukit  Giri  terdapat  makam  ibunda  Sunan  Giri,  yaitu  Dewi
            Sekardadu atau dikenal juga dengan nama eyang Putri Atika. Pak Busono (60
            tahun)  warga  lingkungan  Krajan  Giri  mengatakan  menurut  cerita  kakeknya
            dahulu,  Buyut  Atika/  Eyang  Putri  Atika  adalah  ibu  salah  satu  walisongo.


                                                                                     127
   136   137   138   139   140   141   142   143   144   145   146